Happy Smile

Happy Smile
Eksperimen lensa cannon 50 mm

Rabu, 13 Juni 2012

Kidung Sufi Samudra Cinta (Candra Malik)

           Awalnya iseng-iseng saja ikut diajak temen untuk diskusi masalah politik indonesia untuk mencari atmosfir dari sisi Humanisme dan idealisme. tetapi di akhir acar saya di ajak sekalian untuk melihat peluncuran Album Kidung Sufi Samudra Cinta dari Mas Candra. ternyata setelah mendengarkan musiknya keren-keren juga. di sini dia menunjukan bahwa musik Religi bukan hanya bernuansa Timur Tengah tetapi ada musik yang khusus dari indonesia.
           Mas candra telah membuktikan bahwa musik  Religi islam bukan hanya dari Timur tengah seperti apa yang di dengarkan orang-orang yang katanya musik Islam harus dari timur tengah. di sini dengan gabungan 13 Komposer dan Budayawan telah mengiringi alunan Musik itu yaitu sebagai berikut
-Wakil Syuri'ah PBNU KH Ahmad Mustafa Bisri,
-Idris Sardi,
-Emha Ainun Nadjib,
-Trie Utami,
-Dewa Budjana,
-Addie MS
-Twilite Orchestra,
-Tohpati,
-Dik Doank,
-Heru 'Shaggydog',
-John Paul Ivan eks Boomerang,
-Hendri Lamiri,
-Marzuki Mohamad (Jogjakarta Hip Hop Foundation),
-dan Sujiwo Tejo.

Musiknya yang menarik. bahkan musik religi ini bukan hanya dapat di nikmati oleh orang Islam tetapi semua agama bisa menikmatinya. di dalamnya berisikan tentang Humanisme dan Perdamaian.

Semoga karya-karya musik tanah aie semakin maju

Selasa, 12 Juni 2012

Apakah kita lebih buruk dari keledai(mengulangi kesalahan yang sama)

            Man Jadda Wa Jadda, siapa menanam bakal memanen, siapa yang berbuat dia yang akan menunai, ada sebab ada akibat, ada asap ada arang. Ingatkah peristiwa masuknya islam di beberapa tempat (Andalusia, Semenanjung Yunani dan Indonesia). Ingat Hancurnya Islam di Andalusia dan di Semenanjung yunani karena mereka meremehkan “Man jada wa jada” mereka memaksakan islam dengan paksa akhirnya harus keluar dengan paksa.(pembantaian oleh Raja Aragon dan Putri Castile)”istilah pembantaian dari sejarah orang islam. Dari sejarah orang Kristen kemenangan. Dan ingatkan bagaimana Turki Usmani menahklukan Semenanjung yunani. Bila ada pengusiran islam di sekitar tempat itu itu adalah hokum yang terjadi.
              Tetapi bagaimana dengan Indonesia, ketika islam masuk dengan jalur damai. Maka Islam di anut sebagian besar rakyat Indonesia hingga sekarang. Bukan hanya islam coba lihat sejarah Kristen di awal butuh perjuangan keras dan bahkan pembantaian terjadi atasnya ketika harus bertahan dari kekaisaran romawi.(di posisi ini Kristen yang di tekan). Dan akhirnya sebagian besar di anut di wilayah eropa. Kristen ketika memulai perang salib di wilayah palestina. Akhirnya gagal untuk menancapkan pengaruh politiknya di sana. Karena dia menyerang Palestina terlebih dahulu. Begitu juga dengan peristiwa yang terjadi ketika Genghishkan mampu menahlukan hampir semua wilayah Asia tengah dan memasuki wilayah eropa.
                  Begitujuga dengan kekuasaanya meredup dengan cepat. Ingatlah perjuangan Galileo, hingga mati di di hukuman mati para paus, tetapi teorinya berlaku hingga sekarang. Siapa yang tidak kenal dengan Sultan Agung. Beliau dengan keras berusaha mengusir belanda. Begitu juga sebaliknya belanda berusaha dengan keras untuk menguasai mataram hingga anak cucunya. Dunia ini begitu adil hanya orang-orang yang bisa membaca situasi yang mampu mengontrolnya. Ada Baik ada buruk, ada kuat ada lemah ada hidup dan ada mati. Ada sebab dan ada akbibat.
                   Apakah kita mau Mengulangi banyak kesalahan dari pendahulu kita. (jaman pak Suharto hidup makmur tetapi siapa yang harus membayar mahal kemakmuran itu apabila tanpa kerja keras dan usaha? Generasi kita?) Dengan Apa yang kita tanam hari ini, apakah kita pernah berharap lebih baik untuk anak cucu kita. Bagi yang Islam(Apakah perlu kekerasan dalam kehidupan di Indonesia, dan jangan salahkan Cap buruk kepada islam datang ketika Islam memaksakan jalur kekerasan di Indonesia"lain halnya bila di serang dulu") ketika saya menulis artikel ini semoga para pembaca yang budiman mau mengaplikasikanya. Oleh sebab itu dengan adanya tulisan ini saya berharap bisa mengeshare pengalaman ane belajar sejarah. Apakah kita akan mengulangi kesalahan yang sama?

Sabtu, 09 Juni 2012

Jamgoblok

      Pada awalnya istilah ini sering saya dengar dari diskusi beberapa senior PA ku. tetapi setelah ku teliti dan ku analisis lebih lanjut Jamgoblok ternyata, banyak karya-karya besar yang di hasilkan oleh jam goblok. walaupun pada awalnya istilah ini menjadi bahan tertawaan banyak orang bahkan saya sendiri sempat di remehkan gara-gara istilah jam goblok. tetapi banyak fakta yang membuktikan bahwa hasil diskusi, seni dan karya besar di ciptakan pada waktu jam ini.
      pastinya Hoax dong kalau gak ada fakta yang membenarkan.
"Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari" cek sumber2 di buku sejarah atau di internet. Kang Abik menyeleseikan ayat-ayat cinta Rabu 8 okt pada jam 01.30 cek sumber republika. kalau saya bertanya kepada anda ketika diskusi dengan teman-teman anda. jam segitu kalo ngobrol pasti bahasanya berat-berat dan inspiratif, bagaimana kalau di siang hari? he he he he.
       Oleh sebab itu jangan remehkan kata-kata Goblok. menurut saya makna dari JamGoblok adalah jam di mana kita berada saat-saat menjadi Goblok. karena ketika kita menjadi Goblok pada saat itu juga kita mau belajar. lain cerita kalau kita jadi orang pinter. apakah masih mau belajar?
        Kebanyakan orang mendengar kata Goblok bahkan di goblokin oleh orang lain menjadikanya malah marah-marah, sebenarnya rahasia dari kegoblokan itu adalah dimana ketika kita dikatakan Goblok. kita bisa membuktikan kepada mereka bahwa kita harus bisa lebih dari yang mereka lakukan. kalau kita lebih bisa melakukan kenapa tidak he he he he.
       atau kita di cengin "GOBLOK lu" sebenarnya jawabanya entang. kamu bisa gak persis seperti apa yang kamu lakukan seperti saya. kalau tidak bisa berarti kamu lebih goblok dari pada saya. tetapi kalau temenmu bisa melakukan berarti dia juga Goblok. lha apa yang kamu lakuin di anggap Goblok :peace

Senin, 07 Mei 2012

Arogansi yang tumbuh di Umat Islam


            Seperti yang kita ketahui akhir-akhir ini, banyak sekali aksi-aksi kekerasan yang terjadi di Indonesia, dan bahkan bukan hanya kekerasan tetapi Arogansi yang terjadi di tengah masyarakat. Beberapa malah di tenggarai oleh sebagian oknum yang mengaku Islam. Kita bisa melihat itu ketika media banyak yang meberitakan yang akhirnya hamper semua orang Islam yang kena. Beberapa hal di antaranya yang kita lihat banyak yang terjadi sentimenisasi terhadap orang islam gara-gara sebagian oknum yang mengaku Islam dan tak mau bertanggung jawab.
            Bahkan masjid yang dikatakan sebagai rumah Allah Yang harusnya di lindungi dan di gunaka untuk kemaslahatan umat sekarang di gunakan untuk Sekelompok orang yang seolah-olah mengaku memiliki mesjid tersebut. Dengan kala lain Masjid yang di katakana sebagai rumah Allah menjadi rumah Golongan. Hal ini yang harusnya di sadari umat islam untuk menggunakan kembali fungsi masjid sebagai untuk umat. Sebagai contoh di salah satu masjid di universitas malang. Ketika salah satu umat mau Tahlilan dan berdoa di masjid di usir dari masjid karena perbedaan di anggap perbedaan dalam pemikiran islam. Nah hal tersebut menjadikan salah satu mepbelajaran untuk kita umat islam bagaimana mempergunakan masjid. Contoh lain yang terjadi di masjid salah satu kampus faforit bandung. Dimana sedang mengadakan diskusi tentang islam secara tidak langsung di usir secara halus dengan di matikan lampu oleh petugas yang merasa memiliki hak menggunakan masjid. Ketika di Tanya kenapa di matikan mereka yang diskusi di anggap aliran sesat. Semoga saja hal itu tak terjadi di masjid UI.
            Lembaga perekonomian umat islam yang sebagian mengatasnamakan Syariah ternyata sistemnya tak jauh beda dengan bank-bank milik swasta. Hal inilah yang menjadikan sebagian umat islam lebih memilih bank Swasta. Di samping itu kita lihat perekonomian umat islam. Tidak usah jauh-jauh. Bagaimana kita melihat Masjid UI, apalagi ketika sebelum dan sesudah Jum’atan. Pengemis sudah mengantri. Sedangkan Khotib yang waktu berkubah meneriakan untuk sodakoh, berbagi, dan memajukan umat. Hanya bisa bilang di dalam masjid ketika keluar jum’atan sepertinya Apa yang di sampaikan khotib hanya menjadi dengaran sesaat. Padahal kalau kita lihat jamaa’ahnya hamper semuanya bisa di katakana berkecukupan. Mobil-mobil berjejer di tempat parker. Yang lebih Ironis lagi terdapat parkiran Khusus Pengurus Masjid yang cukup luas. Yang harusnya menjadi fasilitas umat sekarang menjadi fasilitas pengurus masjid. Seandainya yang mau naik mobil itu mau mengangkat para pengemis untuk di berikan pekerjaan apa yang mereka bisa supaya tidak mengemis lagi. Dan memberdayakan umat dan terdapat pengawasa sekaligus pengoptimalan umat mungkin jumlah pengemis akan berkurang. Entah mengapa yang terjadi sebaliknya. Bahkan hokum yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin tidak hanya terjadi pada orang Liberal tetapi sekarang berlaku terhadap umat Islam.
            Di samping itu fungsi madrasah, pesantren dan organisasi ke agamaan yang terjadi sekarang ini malah menjadikan  sebagai ladang pencari uang. Dimana yang kita lihat madrasah yang harusnya di kaytakan sebagai sekolah bagi orang-orang islam yang tidak mampu. Dimana system keuangan yang harusnya berputar dan di gunakan untuk madrasah di sunat kiri kanan. Sehingga yang berada di madrasah mencari uang dari orang tua murid. Yang terjadi di sebagian pesantren juga begitu dengan biaya masuk yang mahal. Yang harusnya dari orang-orang islam memperdayakan pesantren dengan baik malah di gunakan untuk mencari lahan uang. Tetapi beberapa pesantren sudah menerapkan system yang baik. Contoh bisa kita lihat di PP-AL-Istianah, yang berada di pelangitan Pati. System yang di pakai santri di ajarkan untuk latihan bekerja, dimana malam hari di beri pendidikan mengaji. Pesantren itu di gunakan untuk yang tidak mampu. Rata-rata yang berada di situ lulusan SD,SMP dan SMA. Dengan didikan yang ada setelah lulus mereka mampu bekerja. Sangat jarang sekali pesantren seperti itu. Nah itulah yang harusnya bisa di terapkan di pesantren-pesantren di Indonesia.
            Di organisasi-organisasi keislaman juga perlu di perbaiki dalam hubungan antar organisasi islam. Banyak organisasi Islam yang terpecah karena di dasari perbedaan cara fikir. Padahal Rasulullan SAW sendiri sudah mengajarkan untuk menghargai perbedaan. Di sinilah indahnya makna Islam.


Kesimpulan
            Fungsi masjid harus di kembalikan ke fungsi awal dimana masjid sebagai rumah Allah, sebagai pelindung kaum yang tidak mampu, sebagai berteduhnya saudara Islam ketika tertimpa musibah, sebagai tempat diskusi, sebagai tempat mengajarkan kebaikan, dan sebagai tempat berkumpulnya generasi muda untuk diskusi, yangmana akan mengurangi dampak Premanisme yang terjadi. Madrasah-madrasah yang dulunya menyatu dengan masjid bisa di fungsikan lagi. Sehingga masjid benar-benar bisa berfungsi seperti di zaman Kejayaan Islam. Dan dengan hadirnya para pemuda untuk melakukan aktifitas di masjid, mengurangi dampak dari premanisme itu sendiri. Perekonomian juga jalan, karena tidak ada kerusakan dari premanisme. Pesantren mempunyai fungsi ganda sebagai pendidik sekaligus latihan bekerja. Sehingga Islam bisa maju.
Sumber :
Ali, Mohammad Daud. 1998. PAI, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Majalah Hidayah, Edisi 77, Desember 2007.
Arca Azyumahdi DKK. 2003. PAI Pada Perguruan Tingi, Jakarta : Departemen Agama RI





Jumat, 20 April 2012

Candi angin

Candi ini merupakan candi tua yang terletak di wilayah Jawa tengah sebelah utara. candi ini di lihat dari strukturnya lebih tua dari eradaban yang ada di buku2 SNI"strukturnya sebagian dari batu yang berbentuk Bata". untuk candi angin lor sendiri kini wilayahnya tertutup oleh semak yang rindang.. dan susah untuk di lalui.

ternyata sang waktu

entah sadar atau tidak sadar, kita telah melupakan sesuatu yang paling jauh dan sangat jauh, mungkin dalam fikiran kita yang paling jauh berfikir negara eropa jauh dari sini, kemudian bulan, lebih jauh lagi mars, lebih jauhlagi matahari, lebih jauh lagi batas terluar tata surnya dan lebih jauh lagi batas galaksi bima sakti dan bahkan batas terluar alam semesta, hm........ mungkin semua itu dapat di raih dengan perjalanan yang panjang, tetapi mungkinkah kita pernah berfikir bahwa sesuatu yang paling jauh ternyata di sekitar kita, yah........1 menit yang baru saja kita lewatkan, mungkinkah kita akan mengulangnya dengan baik dan sempurna, seandainya ada paling yang paling baik adalah mendekati sempurna, karena walaupun kita mengambil gambar menulis atau mencatat, semua itu tak bisa membuat sesempurna 1 menit lalu karena di sana semua aspek2 yang mendukung 1 menit yang lalu ada. hm......... itulah kehebatan sang waktu, walaupun kita berfikir kita menggunakan mesin waktu hal itu tak akan sempurna, karena terdapat kehadiran kita dari masa depan yang menambahkan kita ke dalam 1 menit yang lalu, begitu hebatnya sang waktu yang sangat sempurna dan jauhnya dari kita .... he he he

Selasa, 06 Maret 2012

Keruntuhan Mahasiswa

     Pada awal masuk sebagai mahasiswa, mahasiswa di berikan Euforia-euforia tentang perjuangan, keindependenan mahasiswa, menjadikan mahasiswa benar-benar calon penerus generasi masa depan yang mandiri dan bertanggung jawab. tetapi kuliah mulai berjalan hari demi hari, di sini kebusukan-kebusukan sudah bisa tercium(bagi yang merasakan). tetapi yang tidak merasakan mereka hanya akan menjadi boneka-boneka bagi senior mereka dimana mereka yang di jadikan tameng akan segala sesatu. beberapa hal yang terjadi, seorang mahasiswa baru di doktrin."Negara ini butuh sebuah mortir" dimana seorang senior pergerakan mereka pernah berkata seperti itu. ketika hal itu terjadi, dan ini kasus nyata, yang masuk media dan di wawancarai juga mendapat nama adalah senior itu. sedangkan mahasiswa baru itu hanya menjadi korban.
    Mahasiswa baru sekarang juga telah di arahkan untuk ke Institusi-Institusi tertentu. mahasiswa sekarang bukan lagi mengalami krisis Idealisme, tetapi benar-benar mengalami Keruntuhan Idealisme mahasiswa, dimana artinya mahasiswa sudah tidak di hargai namanya seperti dahulu. mahasiswa yang harusnya mempersiapkan dan mematangkan diri kebanyakan telah di karbit sebelum waktunya.
   Masih ingatkah ketika dahulu mahasiswa bergerak dan dalam gerakan serentak bisa merubah sesuatu (1966) dan (1998). ketika pergerakan tersebut mahasiswa sangat di hargai. dan apa yang terjadi sekarang untuk saat ini.penghargaan kepada mahasiswa sudah sangat jarang dan bahkan tidak ada. ketika kita lihat mereka yang berteriak-teriak, tak ada yang memperdulikan seperti dahulu. karena mahasiswa sekarang sudah di tumpangi oleh kepentingan-kepentingan politik.