Happy Smile

Happy Smile
Eksperimen lensa cannon 50 mm

Kamis, 29 September 2016

Kisah di antara 1000 Perempuan #2



[[Adek Kelas]]

          2 Pada waktu kelulusan, teman teman menjadi pribadi yang lebih dewasa. dari yang tadinya menggunakan seragam abu-abu putih. pas kelulusan menggunakan pakaian rapi bagi yang laki-laki dan pakaian kebaya bagi yang perempuan. setidaknya momen-momen itulah yang menjadi salah satu proses menuju kedewasaan. saat itu dia menjadi MC buat para kakak-kakak untuk melepas ke proses berikutnya.

          Paling ga pas lulus SMA ada pendamping yang tertera di Foto, walaupun tak tertera di KUA hahahahaha.

Rabu, 28 September 2016

Kisah di antara 1000 Perempuan #1

     

         Dia adalah salah satu sosok teman perempuan yang sangat menarik
Sebelum kelas 2 SMA, Ia memiliki sifatnya memang agak ketus memiliki rambut panjang. semua berubah setelah  dia mengalami kecelakaan ketika kelas 2 SMA, sifatnya berubah. berubahnya di sini lebih menghargai teman-teman di sekitarnya. dia menjadi sosok yang luar biasa bagi sekitarnya.

          bahkan ketika berada di pulau Dewata ia memberikan kenangan tersendiri ketika melihat sunset di pelabuhan gilimanuk ketika memandang matahari tenggelam. kenangan yang tertinggal sembari meninggalkan pulau seribu Pura.

Ada kala dimana udara memberikan rasa
ada kala rasa memberikan cerita

nantikan Kisah selanjutnya.

CCCP Dan cewek cantik

CCCP Iku panganan Opo?
Tapi pas aku search mbake Ayu-ayu.
Pergeseran makna yang telah berubah semenjak runtuhnya Uni soviet. yang pasti eksistensinya ada sampai sekarang. mengacu kepada Putin hingga Lenin dan berakhir di marks. ya itulah CCCP


CCCP
CCCP
CCCP
CCCP
CCCP

Ya itu

Senin, 26 September 2016

Bicara Nasionalisme

Bro bicara Soal nasionalisme Indonesia
Kalian tahu siapa orang pertama kali yang mencanangkan?
Orang arab?, Cina? Jawa? Sumatra?
eh elu pada ya kalau ngomongin soal nasionalisme jangan tanyakan sukunya,
tapi tanyakan apa yang telah engkau perbuat untuk bangsa

Ya Beliau adalah Ernest Eduward Douwes Dekker
maap kalau saya bacanya salah, nama lAINYA adalah Danudirja Setiabudi
nih nama bokapnya Auguste Henri Edoeard Douwes Dekker
bu Douwes Dekker, Louisa Neumann, lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, dari pasangan Jerman-Jawa
Kalau ngomong secara darah, darah pribuminya cuman dari kakek-neneknya dari garis emaknya.

Masa di Eropa dimanfaatkan oleh Nes untuk mengambil program doktor di Universitas Zürich, Swiss,
dalam bidang ekonomi. Di sini ia tinggal bersama-sama keluarganya.
Gelar doktor diperoleh secara agak kontroversial dan dengan nilai "serendah-rendahnya", menurut istilah salah satu pengujinya.
Karena di Swis ia terlibat konspirasi dengan kaum revolusioner India,
ia ditangkap di Hong Kong dan diadili, kemudian ia ditahan di Singapura (1918).
Setelah dua tahun dipenjara, ia pulang ke Hindia Belanda 1920

Tak lama setelah kembali ia segera terlibat dalam posisi-posisi penting di sisi Republik Indonesia.
 Pertama-tama ia menjabat sebagai menteri negara tanpa portofolio dalam Kabinet Sjahrir III,
yang hanya bekerja dalam waktu hampir 9 bulan. Selanjutnya berturut-turut ia menjadi anggota delegasi negosiasi dengan Belanda,
konsultan dalam komite bidang keuangan dan ekonomi di delegasi itu, anggota DPA, pengajar di Akademi Ilmu Politik,
dan terakhir sebagai kepala seksi penulisan sejarah (historiografi) di bawah Kementerian Penerangan.
Di mata beberapa pejabat Belanda ia dianggap "komunis" meskipun ini sama sekali tidak benar.

Pada periode ini DD tinggal satu rumah dengan Sukarno. Ia juga menempati salah satu rumah di Kaliurang. Dan dari rumah di Kaliurang inilah pada tanggal 21 Desember 1948 ia diciduk tentara Belanda yang tiba dua hari sebelumnya di Yogyakarta dalam rangka "Aksi Polisionil".
Setelah diinterogasi ia lalu dikirim ke Jakarta untuk diinterogasi kembali.
Tak lama kemudian DD dibebaskan karena kondisi fisiknya yang payah dan setelah berjanji tak akan melibatkan diri dalam politik. Ia dibawa ke Bandung atas permintaannya. Harumi kemudian menyusulnya ke Bandung.
Setelah renovasi, mereka lalu menempati rumah lama (dijulukinya "Djiwa Djuwita") di Lembangweg.
Di Bandung ia terlibat kembali dengan aktivitas di Ksatrian Instituut.
Kegiatannya yang lain adalah mengumpulkan material untuk penulisan autobiografinya (terbit 1950: 70 jaar konsekwent) dan merevisi buku sejarah tulisannya.
Ernest Douwes Dekker wafat dini hari tanggal 28 Agustus 1950 (tertulis di batu nisannya; 29 Agustus 1950 versi van der Veur, 2006)
dan dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung.

Jasa DD dalam perintisan kemerdekaan diekspresikan dalam banyak hal.
Di setiap kota besar dapat dijumpai jalan yang dinamakan menurut namanya: Setiabudi.
Jalan Lembang di Bandung utara, tempat rumahnya berdiri, sekarang bernama Jalan Setiabudi.
Di Jakarta bahkan namanya dipakai sebagai nama suatu kecamatan, yakni Kecamatan Setiabudi di Jakarta Selatan.
Di Belanda, nama DD juga dihormati sebagai orang yang berjasa dalam meluruskan arah kolonialisme
(meskipun hampir sepanjang hidupnya ia berseberangan posisi politik dengan pemerintah kolonial Belanda; bahkan dituduh "pengkhianat").

So kalian masih menganggap bahwa nasionalisme itu berdasarkan Ras? suku? Agama?
Elu ga pernah Belajar Sejarah

Lain kali tak kasih Versi Youtub gan

Selasa, 21 Juni 2016

Puasa 2016

              Aku mendapati sang fajar yang mendapatkan banyak teman sebelum kedatangannya. Ia berbisik lirih,"aku mendapatkan teman banyak dalam satu bulan selama setahun, akan tetapi teman2 sejatiku hanya mereka yang berkarya tanpa lelah dan mau menunggu kedatanganku"



     Catatan tahun lalu yang ku tulis di facebook. sama yang terjadi saat puasa. gambar di atas saya ambil saat di wonosobo. dimana pada saat itu siang hari dengan cuaca dingin yang pastinya membuat sejuk di saat puasa. semoga puasa tahun ini menjadi puasa berkah bagi kita semua. :D


setelah sekian lama gak update, waktunya masuk dunia tulisan kembali

Selasa, 14 Mei 2013

Episode 1, legend Of The Lost Middle Continent


“sshh…..hahh…..hahh… hahh…, semangat cuy!, sebentar lagi sampai, kita sudah memasuki hutan wilayah puncak.” Cahaya bulan Purnama menembus dedaunan hutan yang lebat, sorotan-sorotan cahaya sebagian mengenai tanah dan kayu pepohonan.lampu senter di gunakan untuk menerangi jalanan di tanah. Empat orang Pemuda dengan membawa ransel besar terus melangkah sambil menahan dingin. Rasa dingin semakin bertambah dengan hembusan angin yang melalui sela-sela rimbunan pepohonan Tremulus. Sebelum mencapai puncak tertinggi, di sebelah kanan jalan terdapat hamparan luas yang menunjukan beberapa puncak yang terlihat, karena cahaya bulan Purnama yang menyinari punggungan-punggungan . Pemandangan Indah sekaligus suara dengungan serangga dan belaian lembut angin menjadikan siapapun yang melihat menikmatinya. Sejenak empat orang istirahat sambil bercengkrama dan Songko salah satu pendaki membuka bekal Kopi hangat yang telah di masukan di dalam tremos dan membagikan kepada 3 orang temanya secara bergantian. Sambil Istirahat Bima membuka bekal Air putih dari botol besar. Sedangkan dua orang lainya Malud dan Jager mengecek alat-alat jalan. Dan jager mulai pembicaraan.
“Cahaya Bulan purnama kali ini memberikan keindahan tersendiri, punggungan gunung yang harusnya berwaena hijau menjadi tampak keemasan.” Sambil menyeruput Kopi di dalam tutup tremos. Bulan kali ini memberikan pemandangan tersendiri dengan cahaya Halo bulan mengelilingi bulan dan Nampak seperti Pelangi.
“Ha ha ha, sok romantis kau Jag, lihatlah yang lebih bagus lagi, Cahaya bulan pinggiranya memiliki warna pelangi.” Timpal Malud. Mereka berempat benar-benar menikmati apa yang ada saat itu.
“Hm……Andai di sini ada cewek cantik yang menemani, Asek.” Songko menimpali.
“Pikiranmu itu perempuan melulu, kapan tho kamu mikir lainya.” Bima ikut nimbrung.
“Ha ha ha ha yang penting saya masih Normal, karena saya masih suka cewek. We…”
“Sudah, sudah ayo segera berangkat, puncak sebentar lagi. Daripada ketiduran di sini.”
“Yoi…” semua menyetujui, segera packing dan mereka langsung menaiki. Dan segera berangkat menuju menuju ke arah puncak. Jalanan tanah hitam dngan akar yang merambat di mana-mana, rumput heterogen, dan daun-daun kering yang berserakan juga terkena sebagian cahaya bulan menjadi petunjuk tersendiri bagi mereka untuk menghemat Senter.
Sejenak hewan-hewan malam mulai menunjukan kegiatanya. Burung-burung berterbangan, serangga-serangga mulai mengeraskan suaranya, nyanyian angin membelah hutan tremulus, aura dingin tetap menyelimuti tempat itu. Tremulus 1537 menjadi saksi bahwa kesunyian malam dan dalam tidurnya yang lama telah kedatangan tamu, yaitu empat pemuda tadi.
            Semak-semak di siakan dengan tangan leader, yaitu songko, sedangkan yang lainya membantu membawa logistic yang cukup berat. Ketika mendekati puncak jalan mulai rata. Jalanan mendekati puncak memang landai, karena sudah memasuki punggungan puncak. Hal ini cukup melegakan mereka, setelah melewati gerbang pohon besar sampailah mereka di puncak tremulus. Di sana ada sebuah Gubuk dan di dekat gubuk terdapat sebuah bangunan kuno berbentuk Aneh, masyarakat menyebut itu sebagai watu payon.
            Sejenak mereka berleha-leha, “Jag, jam berapa, cek.”
“Hampir jam 12 malam Mal.”,
“Yausudah seperti biasa” mendangar kata itu, langsung mereka semua mengambil tugas- masing-masing. Mulai dari Malud mengecek alat dan logistic, Jager bagian mempersiapkan makanan, Songko mencari kayu dan Bima segera mempersiapkan tempat untuk istirahat. Mereka telah sibuk dengan apa yang di lakukanya masing-masing. Cahaya bulan semakin menguat, hal itu menyebabkan malam itu seolah-olah siang bermendung. Hal ini tidak seperti biasa, mereka yang harusnya menyalakan lampu, akhirnya tidak menyalakan, karena Cahaya bulan telah memberikan sinar yang sangat terang dari biasanya.
“He Mal, aneh ya, kok terang banget nggak seperti biasanya. Lihat Halonya, cahayanya mengelilingi bulan luas sekali.”
“Bener ger, baru kali ini lho saya melihat hal ini. Wah  saya tidak rugi ikut naik kali ini. Pemandanganya juga dapat. He he he he.”
“tapi kok perasaanku tidak enak ya. Apa tadi ada yang salah ya?”
Tiba-tiba Songko dan Bima mendekat.
“, aneh Jag, kayu-kayu yang harusnya basah oleh embun, jam segini banyak yang kering, benar-benar rezeki.”
“Ya hewan-hewan tidak seperti tadi, malam ini benar-benar sunyi.”
“Bim, Jag, Mal tanah juga kering, hal ini kayakna benar-benar membantu kita, paling hanya dingin malam ini yang menjadi penghadang, ha ha ha ha.”
Sejenak Jager merenung, Di saat Bima mau menyalakan api, tiba-tiba Jager Berteriak “Jangan nyalakan!”
Semua kaget “Ada apa Jag!.” Malud mulai berbicara.
“Kalau ada percikan api terbakar terjadi, api sangat mudah sekali merambat, dan cuaca kali ini benar-benar aneh, apa kalian tidak merasakanya.” Semuanya diam sejenak, dan merenung masing-masing.
Di antara perenungan.”Coba jag lihat jam berapa dan ini tanggal berapa?” Bima mulai berbicara memecah keheningan. “yo ini tanggal 11 menuju tanggal 12, jam dua belas kurang lima menit, bulan 12.”
“ya sudah di nikmati saja dulu pemandanganya, sambil persiapan untuk makan”. Semuanya sejenak terdiam dan menikmati keindahan dan kesunyian dewi malam.
Tepat jam 12 malam. Cahaya bulan lurus tepat di atas Gunung tremulus, aura semakin dingin, di sebuah bangunan tua, watu payon, cahaya berkumpul di batu tersebut. Empat pemuda itu terkaget. Segeralah mereka mendekati tempat itu, mereka semua terkagum-kagum dengan pa yang mereka lihat dan mulai mendekati batu tersebut dengan Simbol Lingkaran ada tanda Plus di tengah yang mengumpulkan cahya membuat cahaya semakin kuat dan cahaya itu meledak. Senyap, hilang dan lenyap. Hanya menyisakan Kesunyian Malam.

Oleh : @jalalsangar

Dilarang keras mempublikasikan tanpa Izin Pengarang

Sabtu, 09 Februari 2013

10 tempat di indonesia yang membuat serasa keliling Dunia

Nusantara yang tersebar di indonesia itu sangat Uniq, dan tersebar sangat banyak suku dan sekaligus dengan iklim yang bervariatif dari yang paling panas sampai yang dingin sekalipun. dengan budaya yang beragam juga memiliki berbagai hal-hal ghaib yang berbeda

- ingin merasakan suasana Kanada, silahkan kunjungi segara anakan rinjani


- Ingin Merasakan salju di Indonesia, silahkan ke Cartenz Pyramid


- ingin serasa gurun pasir sahara silahkan ke gurun pasir Bromo


- ingin merasakan padang rumput atau stepa silahkan pergi ke wilayah Nusa tenggara


- ingin merasakan Hutan rimba tropis seperti di amazon atau kongo silahkan mampir ke pedalaman
kalimantan



- ingin merasakan udara segar bagaikan di swiss silahkan ke dieng


- ingin merasakan suasana mini redwood kaya di amrik silahkan kunjungi Pinus di aceh


- ingin menikmati savana mini afrika silahkan ke Baluran


- serasa di mini niagara silahkan ke poso Sulawesi


- dan serasa di Venisia versi Indonesia