Happy Smile

Happy Smile
Eksperimen lensa cannon 50 mm

Senin, 07 November 2016

Kisah al maidah ayat 8

Lha gimana lagi mas, saya sendiri di kafir2kan sama yang baca suatu surat cuma setengah-setengah. belum lagi di bilang di bayar Jokowi, penjilat dan sebagainya.
Al maidah ayat 8
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan"
Lho itu surat belum di baca semua.
Oh iya saya lupa, belum nanti di terjemahkan dan di baca pakai Nahwu Shorof pas baca. pas belajar shorof ngapalin fala yafulu faklan nya yang baru sebaitnya saja susahnya setengah mati.
Lha sekarang tafsirnya pakai yang mana mas. lha nek aku pakai yang dulu di ajarin sama bebrapa kiyaiku.
1. tafsir al ibriz
2. Tafsir Al Misbah
3. Tafsir Al-Jaelani
dan masih banyak lainya.
Lha terus belajar alqur'an yang baik gimana mas?
1. Perbanyak baca tafsiran dari berbagai tafsir biar banyak pengetahuan.
2. Punya guru yang sanadnya jelas.
3. Minimal tahu ilmu tajwid dan nahwu shorof.
4. terjemahan dari depag masih bisa di pilah2 berdasarkan per kata atau bahkan perhuruf.
5. Mengajilah untuk diri sendiri dulu sebelum mengajikan ke orang lain.
Masih bilang yang paling TELITI dan paling BENAR! karena hanya dari terjemahan depag?
(Sesungguhnya Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan)

Sabtu, 01 Oktober 2016

Temen cewek yang ngajak foto pertama kali di UI #3

 


   3 Pada waktu pertama kali saya masuk jurusan sejarah UI. saya mendapatkan sambutan ramah dari teman-teman jakarta. bahkan saya belum ada saudara sama sekali ketika berada di jakarta. Pertama-tama berkumpul dengan mahasiswa baru, saling mengenalkan diri.
      pada saat itu Sosok teman sejarah perempuan imut ini memberikan kenangan tersendiri dengan mengajak jalan-jalan keliling UI, membawa senyumnya yang manis. setidaknya sampai tahun ke 4 dia masih satu jurusan dan masih menjadi teman baik.

ahahaha sekarang malah jadi selebgram, Hobbynya traveling sama Main Futsal.
IG kalau mau follow : F tasya

Kamis, 29 September 2016

Kisah di antara 1000 Perempuan #2



[[Adek Kelas]]

          2 Pada waktu kelulusan, teman teman menjadi pribadi yang lebih dewasa. dari yang tadinya menggunakan seragam abu-abu putih. pas kelulusan menggunakan pakaian rapi bagi yang laki-laki dan pakaian kebaya bagi yang perempuan. setidaknya momen-momen itulah yang menjadi salah satu proses menuju kedewasaan. saat itu dia menjadi MC buat para kakak-kakak untuk melepas ke proses berikutnya.

          Paling ga pas lulus SMA ada pendamping yang tertera di Foto, walaupun tak tertera di KUA hahahahaha.

Rabu, 28 September 2016

Kisah di antara 1000 Perempuan #1

     

         Dia adalah salah satu sosok teman perempuan yang sangat menarik
Sebelum kelas 2 SMA, Ia memiliki sifatnya memang agak ketus memiliki rambut panjang. semua berubah setelah  dia mengalami kecelakaan ketika kelas 2 SMA, sifatnya berubah. berubahnya di sini lebih menghargai teman-teman di sekitarnya. dia menjadi sosok yang luar biasa bagi sekitarnya.

          bahkan ketika berada di pulau Dewata ia memberikan kenangan tersendiri ketika melihat sunset di pelabuhan gilimanuk ketika memandang matahari tenggelam. kenangan yang tertinggal sembari meninggalkan pulau seribu Pura.

Ada kala dimana udara memberikan rasa
ada kala rasa memberikan cerita

nantikan Kisah selanjutnya.

CCCP Dan cewek cantik

CCCP Iku panganan Opo?
Tapi pas aku search mbake Ayu-ayu.
Pergeseran makna yang telah berubah semenjak runtuhnya Uni soviet. yang pasti eksistensinya ada sampai sekarang. mengacu kepada Putin hingga Lenin dan berakhir di marks. ya itulah CCCP


CCCP
CCCP
CCCP
CCCP
CCCP

Ya itu

Senin, 26 September 2016

Bicara Nasionalisme

Bro bicara Soal nasionalisme Indonesia
Kalian tahu siapa orang pertama kali yang mencanangkan?
Orang arab?, Cina? Jawa? Sumatra?
eh elu pada ya kalau ngomongin soal nasionalisme jangan tanyakan sukunya,
tapi tanyakan apa yang telah engkau perbuat untuk bangsa

Ya Beliau adalah Ernest Eduward Douwes Dekker
maap kalau saya bacanya salah, nama lAINYA adalah Danudirja Setiabudi
nih nama bokapnya Auguste Henri Edoeard Douwes Dekker
bu Douwes Dekker, Louisa Neumann, lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, dari pasangan Jerman-Jawa
Kalau ngomong secara darah, darah pribuminya cuman dari kakek-neneknya dari garis emaknya.

Masa di Eropa dimanfaatkan oleh Nes untuk mengambil program doktor di Universitas Zürich, Swiss,
dalam bidang ekonomi. Di sini ia tinggal bersama-sama keluarganya.
Gelar doktor diperoleh secara agak kontroversial dan dengan nilai "serendah-rendahnya", menurut istilah salah satu pengujinya.
Karena di Swis ia terlibat konspirasi dengan kaum revolusioner India,
ia ditangkap di Hong Kong dan diadili, kemudian ia ditahan di Singapura (1918).
Setelah dua tahun dipenjara, ia pulang ke Hindia Belanda 1920

Tak lama setelah kembali ia segera terlibat dalam posisi-posisi penting di sisi Republik Indonesia.
 Pertama-tama ia menjabat sebagai menteri negara tanpa portofolio dalam Kabinet Sjahrir III,
yang hanya bekerja dalam waktu hampir 9 bulan. Selanjutnya berturut-turut ia menjadi anggota delegasi negosiasi dengan Belanda,
konsultan dalam komite bidang keuangan dan ekonomi di delegasi itu, anggota DPA, pengajar di Akademi Ilmu Politik,
dan terakhir sebagai kepala seksi penulisan sejarah (historiografi) di bawah Kementerian Penerangan.
Di mata beberapa pejabat Belanda ia dianggap "komunis" meskipun ini sama sekali tidak benar.

Pada periode ini DD tinggal satu rumah dengan Sukarno. Ia juga menempati salah satu rumah di Kaliurang. Dan dari rumah di Kaliurang inilah pada tanggal 21 Desember 1948 ia diciduk tentara Belanda yang tiba dua hari sebelumnya di Yogyakarta dalam rangka "Aksi Polisionil".
Setelah diinterogasi ia lalu dikirim ke Jakarta untuk diinterogasi kembali.
Tak lama kemudian DD dibebaskan karena kondisi fisiknya yang payah dan setelah berjanji tak akan melibatkan diri dalam politik. Ia dibawa ke Bandung atas permintaannya. Harumi kemudian menyusulnya ke Bandung.
Setelah renovasi, mereka lalu menempati rumah lama (dijulukinya "Djiwa Djuwita") di Lembangweg.
Di Bandung ia terlibat kembali dengan aktivitas di Ksatrian Instituut.
Kegiatannya yang lain adalah mengumpulkan material untuk penulisan autobiografinya (terbit 1950: 70 jaar konsekwent) dan merevisi buku sejarah tulisannya.
Ernest Douwes Dekker wafat dini hari tanggal 28 Agustus 1950 (tertulis di batu nisannya; 29 Agustus 1950 versi van der Veur, 2006)
dan dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung.

Jasa DD dalam perintisan kemerdekaan diekspresikan dalam banyak hal.
Di setiap kota besar dapat dijumpai jalan yang dinamakan menurut namanya: Setiabudi.
Jalan Lembang di Bandung utara, tempat rumahnya berdiri, sekarang bernama Jalan Setiabudi.
Di Jakarta bahkan namanya dipakai sebagai nama suatu kecamatan, yakni Kecamatan Setiabudi di Jakarta Selatan.
Di Belanda, nama DD juga dihormati sebagai orang yang berjasa dalam meluruskan arah kolonialisme
(meskipun hampir sepanjang hidupnya ia berseberangan posisi politik dengan pemerintah kolonial Belanda; bahkan dituduh "pengkhianat").

So kalian masih menganggap bahwa nasionalisme itu berdasarkan Ras? suku? Agama?
Elu ga pernah Belajar Sejarah

Lain kali tak kasih Versi Youtub gan

Selasa, 21 Juni 2016

Puasa 2016

              Aku mendapati sang fajar yang mendapatkan banyak teman sebelum kedatangannya. Ia berbisik lirih,"aku mendapatkan teman banyak dalam satu bulan selama setahun, akan tetapi teman2 sejatiku hanya mereka yang berkarya tanpa lelah dan mau menunggu kedatanganku"



     Catatan tahun lalu yang ku tulis di facebook. sama yang terjadi saat puasa. gambar di atas saya ambil saat di wonosobo. dimana pada saat itu siang hari dengan cuaca dingin yang pastinya membuat sejuk di saat puasa. semoga puasa tahun ini menjadi puasa berkah bagi kita semua. :D


setelah sekian lama gak update, waktunya masuk dunia tulisan kembali

Selasa, 14 Mei 2013

Episode 1, legend Of The Lost Middle Continent


“sshh…..hahh…..hahh… hahh…, semangat cuy!, sebentar lagi sampai, kita sudah memasuki hutan wilayah puncak.” Cahaya bulan Purnama menembus dedaunan hutan yang lebat, sorotan-sorotan cahaya sebagian mengenai tanah dan kayu pepohonan.lampu senter di gunakan untuk menerangi jalanan di tanah. Empat orang Pemuda dengan membawa ransel besar terus melangkah sambil menahan dingin. Rasa dingin semakin bertambah dengan hembusan angin yang melalui sela-sela rimbunan pepohonan Tremulus. Sebelum mencapai puncak tertinggi, di sebelah kanan jalan terdapat hamparan luas yang menunjukan beberapa puncak yang terlihat, karena cahaya bulan Purnama yang menyinari punggungan-punggungan . Pemandangan Indah sekaligus suara dengungan serangga dan belaian lembut angin menjadikan siapapun yang melihat menikmatinya. Sejenak empat orang istirahat sambil bercengkrama dan Songko salah satu pendaki membuka bekal Kopi hangat yang telah di masukan di dalam tremos dan membagikan kepada 3 orang temanya secara bergantian. Sambil Istirahat Bima membuka bekal Air putih dari botol besar. Sedangkan dua orang lainya Malud dan Jager mengecek alat-alat jalan. Dan jager mulai pembicaraan.
“Cahaya Bulan purnama kali ini memberikan keindahan tersendiri, punggungan gunung yang harusnya berwaena hijau menjadi tampak keemasan.” Sambil menyeruput Kopi di dalam tutup tremos. Bulan kali ini memberikan pemandangan tersendiri dengan cahaya Halo bulan mengelilingi bulan dan Nampak seperti Pelangi.
“Ha ha ha, sok romantis kau Jag, lihatlah yang lebih bagus lagi, Cahaya bulan pinggiranya memiliki warna pelangi.” Timpal Malud. Mereka berempat benar-benar menikmati apa yang ada saat itu.
“Hm……Andai di sini ada cewek cantik yang menemani, Asek.” Songko menimpali.
“Pikiranmu itu perempuan melulu, kapan tho kamu mikir lainya.” Bima ikut nimbrung.
“Ha ha ha ha yang penting saya masih Normal, karena saya masih suka cewek. We…”
“Sudah, sudah ayo segera berangkat, puncak sebentar lagi. Daripada ketiduran di sini.”
“Yoi…” semua menyetujui, segera packing dan mereka langsung menaiki. Dan segera berangkat menuju menuju ke arah puncak. Jalanan tanah hitam dngan akar yang merambat di mana-mana, rumput heterogen, dan daun-daun kering yang berserakan juga terkena sebagian cahaya bulan menjadi petunjuk tersendiri bagi mereka untuk menghemat Senter.
Sejenak hewan-hewan malam mulai menunjukan kegiatanya. Burung-burung berterbangan, serangga-serangga mulai mengeraskan suaranya, nyanyian angin membelah hutan tremulus, aura dingin tetap menyelimuti tempat itu. Tremulus 1537 menjadi saksi bahwa kesunyian malam dan dalam tidurnya yang lama telah kedatangan tamu, yaitu empat pemuda tadi.
            Semak-semak di siakan dengan tangan leader, yaitu songko, sedangkan yang lainya membantu membawa logistic yang cukup berat. Ketika mendekati puncak jalan mulai rata. Jalanan mendekati puncak memang landai, karena sudah memasuki punggungan puncak. Hal ini cukup melegakan mereka, setelah melewati gerbang pohon besar sampailah mereka di puncak tremulus. Di sana ada sebuah Gubuk dan di dekat gubuk terdapat sebuah bangunan kuno berbentuk Aneh, masyarakat menyebut itu sebagai watu payon.
            Sejenak mereka berleha-leha, “Jag, jam berapa, cek.”
“Hampir jam 12 malam Mal.”,
“Yausudah seperti biasa” mendangar kata itu, langsung mereka semua mengambil tugas- masing-masing. Mulai dari Malud mengecek alat dan logistic, Jager bagian mempersiapkan makanan, Songko mencari kayu dan Bima segera mempersiapkan tempat untuk istirahat. Mereka telah sibuk dengan apa yang di lakukanya masing-masing. Cahaya bulan semakin menguat, hal itu menyebabkan malam itu seolah-olah siang bermendung. Hal ini tidak seperti biasa, mereka yang harusnya menyalakan lampu, akhirnya tidak menyalakan, karena Cahaya bulan telah memberikan sinar yang sangat terang dari biasanya.
“He Mal, aneh ya, kok terang banget nggak seperti biasanya. Lihat Halonya, cahayanya mengelilingi bulan luas sekali.”
“Bener ger, baru kali ini lho saya melihat hal ini. Wah  saya tidak rugi ikut naik kali ini. Pemandanganya juga dapat. He he he he.”
“tapi kok perasaanku tidak enak ya. Apa tadi ada yang salah ya?”
Tiba-tiba Songko dan Bima mendekat.
“, aneh Jag, kayu-kayu yang harusnya basah oleh embun, jam segini banyak yang kering, benar-benar rezeki.”
“Ya hewan-hewan tidak seperti tadi, malam ini benar-benar sunyi.”
“Bim, Jag, Mal tanah juga kering, hal ini kayakna benar-benar membantu kita, paling hanya dingin malam ini yang menjadi penghadang, ha ha ha ha.”
Sejenak Jager merenung, Di saat Bima mau menyalakan api, tiba-tiba Jager Berteriak “Jangan nyalakan!”
Semua kaget “Ada apa Jag!.” Malud mulai berbicara.
“Kalau ada percikan api terbakar terjadi, api sangat mudah sekali merambat, dan cuaca kali ini benar-benar aneh, apa kalian tidak merasakanya.” Semuanya diam sejenak, dan merenung masing-masing.
Di antara perenungan.”Coba jag lihat jam berapa dan ini tanggal berapa?” Bima mulai berbicara memecah keheningan. “yo ini tanggal 11 menuju tanggal 12, jam dua belas kurang lima menit, bulan 12.”
“ya sudah di nikmati saja dulu pemandanganya, sambil persiapan untuk makan”. Semuanya sejenak terdiam dan menikmati keindahan dan kesunyian dewi malam.
Tepat jam 12 malam. Cahaya bulan lurus tepat di atas Gunung tremulus, aura semakin dingin, di sebuah bangunan tua, watu payon, cahaya berkumpul di batu tersebut. Empat pemuda itu terkaget. Segeralah mereka mendekati tempat itu, mereka semua terkagum-kagum dengan pa yang mereka lihat dan mulai mendekati batu tersebut dengan Simbol Lingkaran ada tanda Plus di tengah yang mengumpulkan cahya membuat cahaya semakin kuat dan cahaya itu meledak. Senyap, hilang dan lenyap. Hanya menyisakan Kesunyian Malam.

Oleh : @jalalsangar

Dilarang keras mempublikasikan tanpa Izin Pengarang

Sabtu, 09 Februari 2013

10 tempat di indonesia yang membuat serasa keliling Dunia

Nusantara yang tersebar di indonesia itu sangat Uniq, dan tersebar sangat banyak suku dan sekaligus dengan iklim yang bervariatif dari yang paling panas sampai yang dingin sekalipun. dengan budaya yang beragam juga memiliki berbagai hal-hal ghaib yang berbeda

- ingin merasakan suasana Kanada, silahkan kunjungi segara anakan rinjani


- Ingin Merasakan salju di Indonesia, silahkan ke Cartenz Pyramid


- ingin serasa gurun pasir sahara silahkan ke gurun pasir Bromo


- ingin merasakan padang rumput atau stepa silahkan pergi ke wilayah Nusa tenggara


- ingin merasakan Hutan rimba tropis seperti di amazon atau kongo silahkan mampir ke pedalaman
kalimantan



- ingin merasakan udara segar bagaikan di swiss silahkan ke dieng


- ingin merasakan suasana mini redwood kaya di amrik silahkan kunjungi Pinus di aceh


- ingin menikmati savana mini afrika silahkan ke Baluran


- serasa di mini niagara silahkan ke poso Sulawesi


- dan serasa di Venisia versi Indonesia


Jumat, 23 November 2012

ISRAEL ANTARA SHAKASPEARE DAN CHEKOV*

Oleh A Sahal,,,,,,,,......

Konflik antara Israel dan Palestina, kata sastrawan Israel Amos Oz, adalah tragedi setragis-tragisnya. Karena yang menyulut konflik tersebut adalah benturan dua klaim yang sama-sama tidak mau mengalah. Lantas bagaimana mungkin tragedi semacam ini bisa disudahi? Amos Oz menyebutkan dua pilihan cara penyelesaian: model Shakespeare atau model Chekov.

Pada model Shakespeare, konflik berakhir ketika semua pihak yang terlibat saling menghabisi satu sama lain, sehingga pada akhir cerita semua mati terbunuh. Lihatlah misalnya babak akhir lakon “Hamlet.” Duel antara Hamlet dan Laertes tidak hanya berujung pada kematian keduanya, melainkan juga menyeret ibunda Hamlet, Gertrude, dan raja Claudius ke liang lahat. 

Sebaliknya, pada model Chekov, konflik diselesaikan melalui resolusi yang sama sekali jauh dari memuaskan siapapun, mengecewakan, dan bahkan mungkin menyisakan luka. Namun, masing-masing pihak tetap hidup.

Oz sendiri menaruh harapan agar negaranya memilih model Chekov dan bukan Shakespeare dalam menangani perseturuannya dengan Palestina. Artinya, jalan perundingan, bukan jalan militer. Sebab menurutnya, sejelek-jeleknya kompromi tetap lebih baik daripada perang habis-habisan a la duel Hamlet. Harapan yang masuk akal, mengingat Amos Oz adalah pendiri gerakan Shalom Achshav (Damai Sekarang) yang gencar menentang kebijakan pemerintahnya menyangkut West Bank dan Gaza.

Namun harapan novelis Israel itu tampaknya hanya menjadi suara ayup yang melemah, ketika politik Israel semakin diwarnai oleh menguatnya kelompok sayap kanan di Israel, yang dibarengi dengan merosotnya kekuatan gerakan kiri.

Harap diingat, dikotomi "kanan-kiri" dalam nomenklatur politik Israel lebih banyak terkait dengan isu keamanan nasional ketimbang ekonomi. “Kanan” di sini bukan berarti liberalisme, melainkan sikap hawkish yang mengandalkan jalan militer dan anti kompromi menyangkut tanah pendudukan. Sedangkan “kiri” tidak mengacu pada sosialisme, tapi pada sikap dovish yang mengutamakan negosiasi,dan juga kesediaan melepas Gaza dan Tepi Barat kepada rakyat Palestina demi tercapainya solusi damai antara Israel dan Palestina (land for peace).

Gejala ini secara nyata tercermin dalam pemilu Israel baru-baru ini (2009). Fakta bahwa tokoh seperti Netanyahu atau Avigdair Lierbeman semakin meroket popularitasnya menujukkan betapa sikap hawkish sedang laku keras di Israel

Netanyahu yang kini memimipin partai Likud jelas-jelas menyatakan hendak mempertahankan wilayah pendudukan. Sedangkan Lieberman, pemimpin partai baru Yisra’eli Beininu, merupakan politisi ultranasionalis yang dikenal rasis terhadap warga negara Israel keturunan Arab, yang jumlahnya hampir mencapai 20 persen dari total populasi negeri itu. Ia bahkan menuduh mereka sebagai musuh dalam selimut, yang lebih loyal terhadap Palestina dibanding kepada negerinya sendiri. 

Pada tingkat tertentu, penguatan kubu hawkish di Israel ini dipicu oleh supremasi Hamas di Gaza yang bertekad menghancurkan Israel. Begitu juga sebaliknya. Naiknya pamor Hamas tak bisa dilepaskan dari menguatnya kelompok kanan di Israel, yang terdiri dari para pemilih dan simpatisan partai Likud, kaum Yahudi ultra-Orthodox, dan mayoritas imigran dari Rusia pasca tumbangnya Soviet. 

Kita sering mendengar alasan membela diri sebagai faktor yang mendorong Israel menyerang Gaza. Tapi tunggu dulu. Hamas pun bisa mengklaim hal yang sama, misalnya dengan berdalih serangan roketnya ke Israel juga demi membela diri dari blokade ekonomi dan sosial yang diberlakukan Israel atas Gaza. Dengan kata lain, yag sesungguhnya terjadi adalah ini: kedua belah pihak mengalami militansinya masing-masing. 

Bagaimana kita memahami fenomena itu? Sejauh menyangkut Israel, akar masalahnya sebenarnya sudah muncul jauh sebelum Hamas lahir. Tepatnya setelah Israel berhasil meluluhlantakkan, dalam waktu singkat, kekuatan bersenjata gabungan Mesir, Jordan, dan Syiria pada peperangan tahun 1967, yang lazim dikenal sebagai “Perang Enam Hari.” 

Sebelum tahun 1967, sikap Israel terhadap Arab secara umum mengacu pada konsep “tembok besi” yang dirumuskan oleh Vladimir Jabotinsky. Nama ini memang sering diasosiasikan dengan Zionisme revisionis yang menjadi sumber inspirasi partai sayap kanan Likud. Tapi esainya berjudul “Tembok Besi: Kita dan Arab” yang terbit pada 1920an menunjukkan bahwa pandangan Zionis kelahiran Odessa ini sejatinya mengandung muatan yang tak bisa begitu saja dinisbatkan ke ideologi hawkish Partai Likud.

Apa itu strategi “tembok besi’? Menurut Jabotinsky, Israel harus mengakui adanya pertautan alamiah antara bangsa Palestina dengan tanah kelahiran mereka, “seperti halnya pertautan bangsa Aztecs pada Mexico atau suku Sioux pada tanah rerumputan mereka.” Karena itu bisa dimaklumi kalau mereka menentang berdirinya negara Yahudi di Palestina, yang mereka anggap sebagai kolonisasi. Kata Jabotinsky, “seandainya kita Arab, kita akan menentangnya juga.”

Dari situ ia kemudian menegaskan bahwa bangsa Arab tidak akan dengan sukarela mengakui kehadiran negara Yahudi di Palestina. Karena itu menurutnya, untuk merealisasikan proyek Zionisme, kaum Yahudi mesti membangun kekuatan militer yang betul-betul kokoh laksana tembok besi, sehingga setiap usaha bangsa Arab untuk menghancurkannya akan berakhir dengan sia-sia

Jabotinsky meyakini kegagalan terus menerus yang diderita bangsa Arab akan membuat mereka lambat laun menjadi kompromistis, dan akhirnya menerima kehadiran Israel. Dengan kata lain, buat Jabotinsky, kekuatan militer bukanlah tujuan pada dirinya sendiri, melainkan sarana pemaksa agar pihak Arab bersedia berunding dengan Israel.

Tapi setelah berhasil menduduki Gaza, Tepi Barat, dan wilayah Arab lain menyusul kemenangannya pada perang 1967, Israel seperti terpukau dengan kedigdayaannya sendiri. Strategi tembok besi ala Jabotinsky lantas ditinggalkan. Israel tidak lagi menempatkan kompromi sebagai tujuan akhir dari kebijakan politik mereka.

Sikap anti kompromi ini menjadi semakin mengeras dengan adanya dukungan dari kelompok yang senantiasa bersinergi. Pertama kelompok fundamentalis Yahudi yang tergabung dalam Gush Emunim, yang meyakini Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem sebagai anugerah Tuhan kepada bangsa Yahudi di Israel, dan karena itu “haram” hukumnyadikembalikan ke bangsa Arab. Kedua adalah partai Likud yang sejak awal getol memperjuangkan gagasan tentang “Israel Raya” yang mencakup keseluruhan wilayah Israel dan Palestina.

Sikap anti kompromi yang ditampilkan Israel inilah yang terbukti selalu menjadi batu sandungan bagi setiap pembicaraan damai dengan pihak Arab. Sampai sekarang. 

Pada 2002, misalnya, Liga Arab dengan juru bicara Pangeran Abdullah dari Arab Saudi menawarkan hubungan penuh dengan Israel asalkan Israel mau kembali ke wilayahnya sebelum perang 1967. Tapi dengan ketus Israel menolaknya. Bahkan Hamas juga pernah menawarkan gencatan senjata 30-40 tahun dengan catatan Israel menarik diri dari pendudukan. Israel lagi-lagi menampiknya.

Artinya apa? Kalau kita kembali kepada Amos Oz, Israel menempuh jalan Chekov ketimbang Shakespeare bukan karena semata-mata pengaruh faktor luar ( Hamas), melainkan terutama justru akibat dari dinamika internalnya sendiri.

Ironisnya, Israel juga didera oleh rasa terkepung yang akut sehingga senantiasa melihat sekelilingnya sebagai ancaman. Setidaknya itu terlihat pada serangan mereka ke Gaza. Rasa terkepung ini muncul karena Israel selalu melihat dirinya sebagai korban, dan pada saat yang sama punya kekuatan militer yang tak tertandingi di Timur Tengah, plus dukungan yang hampir total dari Amerika. Nah, kombinasi antara kekuatan yang tak tepermanai yang dimiliki Israel plus persepsi diri sebagai korban pada akhirnya menyebabkan Israel selalu merasa terancam. Ungkapan “Jika yang anda punya hanya palu, dunia sekitar akan tampak seperti paku” rasanya tepat sekali melukiskan tabiat Israel. 

Apa yang terjadi pada Israel saat ini sungguh terasa absurd, bahkan kalau hal itu dilihat dari perspektif zionisme. Ketika Theodor Herzl, mencetuskan ide negara Yahudi pada akhir abad 19, bapak Zionisme itu mendambakan agar dengan mempunyai Negara sendiri, bangsa Yahudi, yang bisa hidup normal seperti bangsa-bangsa lain.” Menurut Herzl, dua ribu tahun lamanya bangsa Yahudi hidup abnormal, yakni terpencar dalam diaspora tanpa negara. Oleh karena itu mereka rentan menjadi target serangan antisemitisme di Eropa . Berdirinya Negara Israel oleh Herzl dimaksudkan agar bangsa Yahudi bisa keluar dari abnormalitas tersebut. Harapannya adalah agar ancaman antisemitisme lenyap.

Tapi setelah lebih enam dasawarsa berdiri, Israel mengidap sindrom mentalitas terkepung. dan antisemitisme justru semakin meluas. Apakah kehidupan semacam ini yang dibayangkan oleh Herzl sebagai "normal" sebagaimana bangsa-bangsa lain? 

Entahlah. Yang pasti, mentalitas terkepung semacam inilah yang menyebabkan harapan Amos Oz terhadap negerinya tidak tercapai. Karena terbukti Israel condong kepada model Shakespeare dan menjauhi model Chekov.

(* kolom TEMPO, 16 Februari 2009, dengan sedikit revisi)

Kamis, 22 November 2012

sekian lama terpuruk


Entah mulai kapan ada semangat baru untuk berkarya, dari yang sebelumnya Cuma tidur-tiduran, main game, dan lain-lain. Kesadaran aka nada ketika kita mengalami masa dimana kita membutuhkanya. Seperti contoh, kita melakukan Shalat lima waktu karena terpaksa, tetapi ketika Kita benar-benar membutuhkan Shalat itu sendiri, tidak ada paksaan untuk menjalankanya, dan bahkan terasa sangat ringan dan masalah terangkat ketika menjalankanya.
Memang ketika ada teman yang mengingatkan waktu Shalat membuat kita malas mengerjakanya, bukan karena apa, tetapi hal itu karena paksaan, oleh sebab itu kesadaran akan Shalat manusia , apa yang di butuhkan oleh manusia, tak semuanya sama. 

Rabu, 11 Juli 2012

Benteng Selatan nusantara



            Kita bisa melihat apa yang di miliki oleh Negara kita NKRI, tantang angkatan lautnya. Kapal-kapal patroli kecil,
Kapal Republik Indonesia (KRI) berjumlah 132 kapal, KRI, dibagi menjadi tiga kelompok kekuatan:
  1. Kekuatan Pemukul (Striking Force) terdiri dari 40 KRI yang memiliki persenjataan strategis:
    1. 2 kapal selam kelas Cakra.
    2. 6 Fregat kelas Ahmad Yani
    3. 3 Fregat kelas Fatahillah
    4. 1 Fregat kelas Ki Hajar Dewantara
    5. 4 Korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach)
    6. 15 Korvet anti kapal selam kelas Parchim
    7. 2 Kapal cepat rudal (KCR) kelas Clurit
    8. 4 kapal cepat rudal (KCR) kelas Mandau.
    9. 2 kapal cepat torpedo (KCT) kelas Ajak.
    10. 1 Kapal cepat buatan Fasharkan TNI AL kelas Clurit
    11. 2 kapal (hibah dari Brunei) kelas Salawaku
    12. 2 buru ranjau (BR) kelas Pulau Rengat.
  2. Kekuatan Patroli (Patrolling Force) berjumlah 50 KRI.
    1. 10 kapal FPB buatan PT. PAL kelas Pandrong
    2. 25 kapal Fiber buatan Fasharkan TNI AL kelas Boa
    3. 15 kapal PC kelas Sibarau
  3. Kekuatan Pendukung (Supporting Force) berjumlah 48 KRI, terdiri dari:
    1. 7 angkut tank (AT) kelas Teluk Langsa
    2. 4 angkut tank (LST) kelas Teluk Semangka
    3. 2 angkut tank (LSTM) kelas Teluk Banten
    4. 14 angkut tank (AT) Kelas Frosch
    5. 2 angkut tank kelas NSU dan KPG
    6. 4 Landing Platform Dock (LPD) Kelas Makassar
    7. 1 markas (MA) kelas Multatuli
    8. 6 penyapu ranjau (PR) kelas kondor
    9. 5 bantuan cair minyak (BCM): ARN, SRG, SGG, SMB,BPP
    10. 1 Bantuan Rumah Sakit (BRS) Kelas dr. Suharso
    11. 2 bantu tunda (BTD)Kelas Soputan
    12. 4 bantu umum (BU): KMT, MTW, NTU, WGO
    13. 1 bantu angkut personel (BAP) kelas Tanjung Kambani
    14. 2 bantu angkut personel (BAP) kelas Tanjung Nusanive
    15. 3 bantu hidrooseanografi (BHO) kelas Pulau Rondo
    16. 1 bantu hidrooseanografi (BHO) kelas Dewa Kembar
    17. 2 kapal latih.

Dilihat dari jumlah personelnya bagaimanakah jika sebuah Negara dengan 5 Kapal induk yang benar-benar Siap tempur berada di samudra hindia dengan Pembagian 1 di Nusa tenggara, 1 di bali dan 3 Di pulau jawa dan bersiap untuk menyerang Indonesia.?
            Ketika Jawa, Bali dan Nusa tenggara hilang pertahananya Negara penyerang akan dengan mudah menguasai Kalimantan dan kepulauan wilayah Maluku dan Juga irian dengan bgitu wilayah Indonesia hanya tersisa Sulawesi dan Sumatra. Seperti kita ketahui begitu lemahnya Pertahanan kita. Yang kita lakukan hanya rebut-ribut terus di dalam kursi pemerinatahan. Pembangunan hanya berpusat di Jakarta, sementara daerah pulau terdepan semakin ketinggalan.
            Seandainya itu terjadi, mobilisasi pasukan di wilayah itu juga kocar-kacir. Apa yang bisa di andalakan kapal-kapal kecil Indonesia ketika harus menghadapi ombak ganas dari samudra Hindia?, sedangkan tehnologi dari Negara penyerang dengan kapal induknya yang besar-besar dan pesawat tempurnnya? Sementara kapal induk kita baru rencana di buat.
            Oleh sebab itu mohon kesadaranya untuk para generasi muda berjuang untuk pertahanan NKRI